Perlu Pencegahan Oksidasi Pada Produk Daging



Produk daging termasuk daging merah dan daging olahan merupakan produk pangan yang memiliki banyak kandungan gizi yang menjadi sumber tinggi akan protein. Selain itu, daging memiliki banyak zat gizi yang baik bagi kesehatan karena adanya asam amino esensial yang lengkap dan seimbang, air, karbohidrat, dan komponen anorganik lainnya. Meskipun demikian, konsumsi daging merah pada khususnya dihubungkan dengan beberapa penyakit degeneratif seperti jantung koroner dan beberapa tipe penyakit kanker. Tidak hanya pada daging segar, produk daging olahan seperti sosis dan ham menghasilkan senyawa kimia beracun seperti karsinogen dan menyebabkan mutasi gen selama proses pengolahannya yang meliputi proses pengasapan, fermentasi, maupun pengolahan dengan panas. 

Pada tahun 2015, badan penelitian international untuk kanker (IARC) di bawah organisasi kesehatan dunia (WHO) mengklasifikasikan produk olahan daging dan produk daging merah sebagai karsinogen berdasarkan jajak pendapat relasi colorectal dan tipe lain penyakit kanker pada konsumsi daging oleh manusia dan binatang. Namun, IARC juga mengklaim bahwa kebutuhan gizi yang diperolah dari produk daging-dagingan baik segar maupun olahan tidak dapat diabaikan begitu saja. Untuk itu, diperlukan inovasi dan strategi untuk meningkatkan keamanan dari produk daging-dagingan tersebut. Salah satu penyebab bahaya pangan pada produk daging adalah penambahan ingridien selama proses pengolahan. Keberadaan garam pada proses pengasapan serta keberadaan fosfolipid pada produk daging  sangat rentan dapat terjadi reaksi oksidatif terutama penggunaan suhu yang tinggi sangat berpotensi untuk menghasilkan senyawa cytotoxic dan genotoxic atau biasa disebut dengan advanced lipid oxidation end product (ALEs) yang termasuk 4-hydroxynonenal (4-HNE), malonaldehyde (MDA), mutagenic heterocyclic aromatic amines (HAAs) yang terbentuk pada suhu tinggi (Negre dkk, 2008). 

Selengkapnya silakan baca Foodreview Indonesia edisi April 2018 "Food Safety Is A Must". Hubungi langganan@foodreview.co.id atau 0251 8372 333, WA 0811 1190 039.

Artikel Lainnya

  • Jan 21, 2019

    Manajemen Cita Rasa Pahit

    Manajemen cita rasa pahit dalam rangka menurunkan tingkat kepahitan telah banyak dilakukan oleh industri pangan menggunakan beberapa ingridien penutup rasa pahit (bitter masking ingredient). Gaudette dan Pickering (2013) menjelaskan bahwa secara tradisional, terdapat beberapa teknik yang telah banyak diimplementasikan untuk mengurangi rasa pahit, misalnya dengan pencampuran ingridien bercita rasa manis, penggunaan garam, odorant, dan modifikasi tekstur.  ...

  • Jan 20, 2019

    Modifikasi Cita Rasa Pahit dalam Produk Pangan

    Pahit menjadi cita rasa yang sering kali tidak diinginkan dan biasanya cita rasa pahit  berhubungan dengan sesuatu yang beracun dan berbahaya. Oleh karena itu, pengembangan formulasi produk dengan menekan rasa pahit menggunakan senyawa atau ingridien yang aman, penting untuk diketahui. Keputusan individu untuk mengonsumsi suatu produk pangan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti psikologis, fisologis, dan budaya. Gaya hidup sekarang menjadikan ketertarikan konsumen terhadap pangan yang menyehatkan meningkat dan menjadikan munculnya ingridien-ingridien baru untuk memenuhi inovasi produk.  ...

  • Jan 19, 2019

    Sifat Fungsional Daun Kopi

    Pembuatan teh daun kopi yang memiliki sifat fungsional yang baik tidak saja ditentukan oleh sumber, jenis serta umur daun saja (Pristiana, dkk., 2017). Teknik pengolahannya menjadi teh termasuk teknik seduhnya juga memengaruhi sifat fungsionalnya. Teknik penyeduhan teh bermanfaat dalam menghasilkan senyawa antioksidan secara maksimal. Proses penyeduhan tersebut berfungsi mempertahankan kualitas senyawa yang diinginkan. Seperti kopi yang bisa disajikan dengan berbagai teknik seduh untuk mendapatkan citarasa yang berbeda, teh daun kopi juga bisa diperkaya cita rasanya melalui variasi teknik seduh. ...

  • Jan 18, 2019

    Daun Kopi sebagai Minuman

    Di Indonesia, pemanfaatan daun kopi sebagai teh masih dilakukan dengan sangat sederhana melalui proses pengeringan matahari, seperti juga dilakukan di beberapa negara lain seperti Jamaika, India, Ethiopia serta Sudan Selatan sejak abad ke-19. Salah satu modifikasi pembuatan teh daun kopi adalah dengan menggunakan teknik pengeringan yang lebih terkontrol, seperti penggunaan pengering kabinet.  ...

  • Jan 17, 2019

    Potensi Menjanjikan Daun Kopi

    Selama ini pemanfaatan tanaman kopi secara komersial masih terbatas  pada pengolahan biji kopi menjadi minuman seduh. Untuk meningkatkan produktivitas kopi, teknik budidaya yang penting dilakukan adalah pemangkasan. Pemangkasan bertujuan untuk mengoptimalkan produksi dan mempermudah pengambilan hasil (panen), menjaga agar pohon tetap rendah sehingga perawatannya mudah, membentuk cabang produksi baru, serta mempermudah pengendalian hama dan penyakit.  ...

Finasterid Generika 1mg cialis super active online Lida Daidaihua Inhaltsstoffe Original Viagra Use Generisk finasterid ED Packs Levitra Original Kamagra Effervescent Tablets Meizitang soft gel original version Propecia For Hair Loss Viagra 50mg Generic Levitra (Vardenafil) 20mg Lida Daidaihua Lida Daidaihua Meizitang funziona Original Viagra Pills Pacchetto di prova generici Lipitor Generika Kamagra Super ingredientes activos Meizitang in Ireland