Regulasi Penggunaan Asam Amino dalam Produk Pangan


Asam amino merupakan ingridien pangan yang diaplikasikan dalam berbagai bahan pangan. Selain sebagai pemenuhan gizi, asam amino juga berfungsi memberikan peningkatan karakter mutu produk pangan. "Sebagai bahan dasar pangan, asam amino bisa diaplikasikan untuk peningkatan kualitas gizi protein, misalnya untuk pangan formula bayi dan produk pangan untuk keperluan gizi," tutur Direktur Standardisasi Produk Pangan Badan POM, Drs. Tepy Usia, Apt., M.Phil., Ph.D dalam Foodreview Indonesia In-depth Seminar: Science and Technology of Amino Acid as Food Ingredient yang diselenggarakan di Bogor pada 11 Januari 2018.

Sebagai bahan tambahan pangan (BTP), asam amino salah satunya berguna sebagai agen penguat rasa. Dalam Peraturan Kepala Badan POM Nomor 23 Tahun 2013, dijelaskan bahwa batas maksium penggunaan BTP penguat rasa berupa Mononatrium Glutamat (MSG) dengan kadar sesuai penggunaan atau Acceptable Daily Intake (ADI) dengan spesifik. Hal ini karena berdasarkan kajian ilmiah, MSG mempunyai efek negatif kesehatan yang sangat rendah. 

Tepy juga menjelaskan bahwa asam amino bisa digunakan sebagai bahan penolong, misalnya pada enzim. " Bahan penolong golongan enzim dapat digunakan di semua kategori pangan dengan batas maksimum residu Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB)," jelasnya. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Apr 23, 2018

    Perubahan Tekstur Cokelat selama Proses Conching

    Seperti diketahui bahwa pada tahap awal proses conching terbentuk gumpalan berbentuk bola-bola kecil. Pada proses penghalusan, baik pada gula maupun susu akan terjadi perubahan bentuk amorf dari partikel gula dan partikel susu. ...

  • Apr 23, 2018

    Perbedaan Kandungan Komponen Gizi Susu Kambing dan Susu Sapi

    Susu kambing  mengandung protein kasein lebih rendah, sehingga tinggi proporsi protein serum yang menyebabkan lebih mudah dicerna daripada susu sapi. Susu kambing dan kolostrumnya kaya poliamin dibanding susu dari mamalia lain,  sehingga susu kambing merupakan sumber poliamin yang sangat bagus bagi bayi.  Poliamin penting untuk pertumbuhan optimal, fungsi  sel saluran cerna,  maturasi enzim-enzim saluran cerna dan mempunyai implikasi dalam mengurangi insiden alergi pangan pada bayi (Vaquil and Rathee, 2017).  ...

  • Apr 22, 2018

    Perlu Pencegahan Oksidasi Pada Produk Daging

    Produk daging termasuk daging merah dan daging olahan merupakan produk pangan yang memiliki banyak kandungan gizi yang menjadi sumber tinggi akan protein. Selain itu, daging memiliki banyak zat gizi yang baik bagi kesehatan karena adanya asam amino esensial yang lengkap dan seimbang, air, karbohidrat, dan komponen anorganik lainnya. Meskipun demikian, konsumsi daging merah pada khususnya dihubungkan dengan beberapa penyakit degeneratif seperti jantung koroner dan beberapa tipe penyakit kanker. Tidak hanya pada daging segar, produk daging olahan seperti sosis dan ham menghasilkan senyawa kimia beracun seperti karsinogen dan menyebabkan mutasi gen selama proses pengolahannya yang meliputi proses pengasapan, fermentasi, maupun pengolahan dengan panas.  ...

  • Apr 21, 2018

    Menjamin Kemasan Halal untuk Produk Pangan

    Wakil Ketua Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS), Edi Rivaíi mengatakan bahwa produk pangan halal tidak hanya berdasarkan ingridien dari pangan tersebut, namun status halal juga harus dipenuhi oleh kemasan yang digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam lingkup kemasan halal meliputi sertigikasi halal dalam kemasan, metode yang halal dalam penanganan produk dan ketertelusuran halal dalam bahan kemasan. ...

  • Apr 21, 2018

    Nilai Fungsional Tempe Multigrain

    Terdapat berbagai komponen bioaktif yang terdapat pada beberapa multigrain tempe. Pada tempe yang terbuat dari Oat dan Barley, adanya variasi proses pengolahan akan memengaruhi kandungan mineral dan juga asam fitat (Sandberg dkk., 2006). ...