Upaya Penanggulangan Cemaran Mikotoksin pada Komoditas Pangan Indonesia


Kendala pencegahan cemaran mikrotoksin terutama adalah fasilitas pasca panen dan proses produksi yang belum memadai serta tingkat pengetahuan terkait dengan mikotoksin oleh petani, pedagang, UMKM serta masyarakat pada umumnya yang masih sangat rendah. Sehingga cara penanggulangan yang paling penting adalah dengan perbaikan fasilitas serta peningkatan kepedulian terhadap cemaran aflatoksin yang tentu saja perlu campur tangan pemerintah.

Perlu dilakukan kegiatan yang terintegrasi antara pemerintah, pelaku bisnis, petani, termasuk perguruan tinggi.   Perbaikan fasilitas pasca panen di level petani sangat kecil kemungkinannya sehingga perlu ada campur tangan dari pemerintah dan industri untuk bekerja sama dengan para petani.  Industri perlu turun tangan dalam rangka penyediaan bahan dasar yang berkualitas dan aman bagi industri, seperti yang sudah terjadi di beberapa industri berbasis kacang tanah.  Bahkan industri bekerja sama dengan lembaga pemerintah yaitu Badan Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI) untuk menyediakan benih kacang tanah yang unggul yang tahan terhadap serangan mold penghasil mikotoksin. 

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017

Artikel Lainnya

  • Des 14, 2017

    Metode Pendinginan pada Proses Enrobing

    Pada proses pendinginan dalam cooling tunnel, terdapat 3 tahapan pendinginan yang harus dilalui. Pendinginan tahap pertama dilakukan untuk menghilangkan panas sensitif baik dalam produk maupun cokelat sehingga pada tahap ini direkomendasikan penggunaan sirkulasi udara di sekitar prosuk sehingga terjadi perpindahan panas konvensi. ...

  • Des 13, 2017

    Memahami Sifat Sensoris Permeate untuk Aplikasi pada Produk Pangan

    Permeate diperoleh dengan menghilangkan kandungan protein melalui proses membran filtrasi. Selain itu terdapat pula proses lanjutan yaitu kristalisasi laktosa sehingga dihasilkan delactose permeate yaitu permeate dengan jumlah laktosa yang lebih sedikit. ...

  • Des 11, 2017

    Upaya Harmonisasi Regulasi Pangan di ASEAN

    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memberikan tantangan bagi industri pangan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam harmonisasi regulasi pangan yang bisa diterima di setiap negara.  ...

  • Des 11, 2017

    Karakter Utama Pemilihan Shortening untuk Biskuit, Kukis dan Krekers

    Karakteristik utama shortening yang digunakan dalam pembuatan biskuit, kukis, dan krekers adalah plastisitas.  Sifat shortening ini merupakan fungsi dari 2 faktor, yakni (i) perbandingan jumlah lemak (fraksi padat) dan minyak (fraksi cair) pada suhu tertentu atau solid fat content (SFC), serta (ii) struktur kristal. ...

  • Des 09, 2017

    Kandungan Asam-Asam Organik Timbulkan Cita Rasa Umami Pada Permetae

    Persepsi asin biasanya dihasilkan dari Natrium klorida (NaCl) di mana kation Na+ berperan memberikan 70-85% asin dan sisinya anion Cl- berperan sebesar 30-15%. Kation Na+ inilah yang bisa diperoleh dari permeate karena selain kandungan laktosanya yang tinggi, permeate juga mengandung sejumlah mineral. Adapun kation lain yang bisa digunakan sebagai pengganti Na+ adalah kalium, magnesium dan kalsium yang juga terdapat dalam permeate.  ...