Langkah Terintegrasi Manajemen Keamanan Pangan

 

 

 

Dalam menunjang keamanan pangan yang terintegrasi, manajemen keamanan pangan menjadi hal penting yang patut untuk diutamakan. 

Seperti yang disampaikan oleh Senior Scientist of Center Dept. Food Science and Technology, Bogor Agricultural University, Prof. Dr. Ratih Dewanti Hariyadi dalam The 1st Seafast International Seminar 2017 di Bogor yang diselenggarakan pada 21-22 November 2017 bahwa manajemen keamanan pangam dimulai dari mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengontrol rantai pangan mulai dari pertanian hingga ke meja makan.

"Good Hygienic Practices (GHP) menjadi langkah yang sangat penting yang dimulai dari hulu ke hilir hingga sampai pada konsumen," tuturnya. 

Selain itu,  Ratih juga menambahkan pentingnya langkah preventif dan proaktif yang dilakukan baik oleh produsen makanan maupun pemerintah seperti menjalankan sistem spesifik HACCP yang meliputi analisa biologi, kimia, dan fisik serta tahapan proses termasuk di dalamnya kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan. 

"Memulai makanan yang baik diawali dengan langkah manajemen yang terintegrasi dengan baik pula baik oleh pelaku produsen maupun pemerintah," pungkasnya. Fri 36

Artikel Lainnya

  • Des 14, 2017

    Metode Pendinginan pada Proses Enrobing

    Pada proses pendinginan dalam cooling tunnel, terdapat 3 tahapan pendinginan yang harus dilalui. Pendinginan tahap pertama dilakukan untuk menghilangkan panas sensitif baik dalam produk maupun cokelat sehingga pada tahap ini direkomendasikan penggunaan sirkulasi udara di sekitar prosuk sehingga terjadi perpindahan panas konvensi. ...

  • Des 13, 2017

    Memahami Sifat Sensoris Permeate untuk Aplikasi pada Produk Pangan

    Permeate diperoleh dengan menghilangkan kandungan protein melalui proses membran filtrasi. Selain itu terdapat pula proses lanjutan yaitu kristalisasi laktosa sehingga dihasilkan delactose permeate yaitu permeate dengan jumlah laktosa yang lebih sedikit. ...

  • Des 11, 2017

    Upaya Harmonisasi Regulasi Pangan di ASEAN

    Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memberikan tantangan bagi industri pangan, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam harmonisasi regulasi pangan yang bisa diterima di setiap negara.  ...

  • Des 11, 2017

    Karakter Utama Pemilihan Shortening untuk Biskuit, Kukis dan Krekers

    Karakteristik utama shortening yang digunakan dalam pembuatan biskuit, kukis, dan krekers adalah plastisitas.  Sifat shortening ini merupakan fungsi dari 2 faktor, yakni (i) perbandingan jumlah lemak (fraksi padat) dan minyak (fraksi cair) pada suhu tertentu atau solid fat content (SFC), serta (ii) struktur kristal. ...

  • Des 09, 2017

    Kandungan Asam-Asam Organik Timbulkan Cita Rasa Umami Pada Permetae

    Persepsi asin biasanya dihasilkan dari Natrium klorida (NaCl) di mana kation Na+ berperan memberikan 70-85% asin dan sisinya anion Cl- berperan sebesar 30-15%. Kation Na+ inilah yang bisa diperoleh dari permeate karena selain kandungan laktosanya yang tinggi, permeate juga mengandung sejumlah mineral. Adapun kation lain yang bisa digunakan sebagai pengganti Na+ adalah kalium, magnesium dan kalsium yang juga terdapat dalam permeate.  ...