Penerapan Rantai Dingin dalam Rumah Potong Ayam


Sebagai pangan dengan kategori tingkat risiko tinggi, terutama cemaran mikrobiologi, rantai dingin menjadi aplikasi yang digunakan untuk menjamin keamanan produk unggas. Rantai dingin merupakan proses pengaturan suhu yang tidak terputus, meliputi suhu produk dan lingkungan yang melingkupinya, mulai dari produk tersebut dibuat, disimpan dan didistribusikan hingga pada saat produk tersebut dikonsumsi. ìPenerapan rantai dingin (cold chain) pada produk unggas terdiri atas tiga komponen utama yaitu aplikasi rantai dingin pada rumah potong ayam (RPA), transportasi dan pada lokasi pemasaran, misalnya ritel dan pasar tradisional,î tutur Technical Marketing,United Refrigeration, Rido Bakri.

Ia menerangkan bahwa pada RPA, pendinginan dimulai setelah proses penyembelihan yaitu dengan proses pendinginan cepat (rapid chilling) pada bak pendingin dilanjutkan proses pengemasan yang menghasilkan ayam dingin terkemas dalam bentuk ayam Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Setelah itu, karkas ayam tersebut disimpan sementara dalam ruang pendinginan (cold storage) sebelum didistribusikan.

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017

Artikel Lainnya

  • Nov 17, 2017

    Strategi Peningkatan Produktivitas Gula Dalam Negeri

    Salah satu permasalahan dalam industri gula dalam negeri adalah tingginya konsumsi energi serta mesin dan peralatan yang kurang memadai. General Manager Integrated Casetech Consultant Pvt. Ltd., Ramit Gupta menambahkan bahwa industri gula Indonesia saat ini menghasilkan kualitas gula yang kurang bagus. ...

  • Nov 16, 2017

    Tingkat Konsumsi Daging Ayam di Indonesia

    Produk daging ayam merupakan sumber protein hewani yang relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani lainnya. Hal ini menjadi salah satu faktor tingginya partisipasi konsumen terhadap produk ini.  ...

  • Nov 15, 2017

    Program Manajemen Risiko untuk Produk Pangan Steril Komersial

    Industri pangan steril komersial diwajibkan menerapkan PMR karena jenis pangan tersebut merupakan kelompok pangan yang dengan risiko tinggi mengalami cemaran, terutama mikrobia.  ...

  • Nov 14, 2017

    Prinsip ke-10 Desain Saniter Peralatan dan Mesin untuk Industri Pangan

    Prinsip ke-10 ini merupakan rangkuman dari prinsip-prinsip 1 sampai 9 yang sebelumnya telah dibahas.  Jika prinsip-prinsip tersebut diikuti dan dilakukan dengan baik, maka prinsip ke-10 ini akan dapat dipenuhi dengan baik.  ...

  • Nov 13, 2017

    Perubahan Komponen Flavor Selama Fermentasi Kakao

    Fermentasi biji kakao dimulai dengan pembelahan biji kakao yang sudah masak dan isinya dikumpulkan dalam bak kayu. Kemudian dilakukan fermentasi yang berjalan selama 5 hari untuk jenis Forastero dan 3 hari untuk jenis kakao Edel. Proses fermentasi dimulai dengan menutupi biji kakao selama 2 hari pertama supaya terjadi reaksi anearobik di mana pada akhirnya terjadi asam asetat. Selanjutnya asam asetat akan masuk ke dalam biji kakao dan terjadi reaksi aerobik sampai selesai fermentasi. ...