Komposisi Kakao untuk Pembuatan Cokelat


 

Untuk pembuatan cokelat, diperlukan campuran biji kakao terfermentasi dengan baik. Hal pertama harus dilakukan adalah penggunaan biji Forastero yang baik sebagai dasar untuk rasa kakao yang kuat. Ini dapat diperoleh dengan memilih biji Ghana atau dan biji Pantai Gading. Kemudian kita memerlukan biji kakao yang mempunyai  rasa aromatik dan bersifat sedikit asam. Ini diperoleh dari biji Trinitario, misalnya dari Jawa atau dari Malaysia. Kita akan mendapat rasa masa kakao yang baik di mana ada rasa kakao kuat tetapi ditambah sedikit rasa asam. Jadi komposisi biji kakao yang direkomendasikan adalah biji kakao Ghana atau Pantai Gading sebanyak 70-80% dan biji Trinitario Jawa atau Malaysia sebanyak 20-30%.

Adapun biji kakao Edel bagus untuk pembuatan cokelat yang muda warnanya dan bersifat khas rasanya, yaitu rasa kakao lemah tetapi terdapat cita rasa kacang-kacangan dan buah sehingga jika dibuat cokelat dengan memakai 100% biji kakao Edel maka akan menghasilkan rasa khusus setelah dicampurkan dengan susu atau produk lainnya.

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017

Artikel Lainnya

  • Nov 17, 2017

    Strategi Peningkatan Produktivitas Gula Dalam Negeri

    Salah satu permasalahan dalam industri gula dalam negeri adalah tingginya konsumsi energi serta mesin dan peralatan yang kurang memadai. General Manager Integrated Casetech Consultant Pvt. Ltd., Ramit Gupta menambahkan bahwa industri gula Indonesia saat ini menghasilkan kualitas gula yang kurang bagus. ...

  • Nov 16, 2017

    Tingkat Konsumsi Daging Ayam di Indonesia

    Produk daging ayam merupakan sumber protein hewani yang relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani lainnya. Hal ini menjadi salah satu faktor tingginya partisipasi konsumen terhadap produk ini.  ...

  • Nov 15, 2017

    Program Manajemen Risiko untuk Produk Pangan Steril Komersial

    Industri pangan steril komersial diwajibkan menerapkan PMR karena jenis pangan tersebut merupakan kelompok pangan yang dengan risiko tinggi mengalami cemaran, terutama mikrobia.  ...

  • Nov 14, 2017

    Prinsip ke-10 Desain Saniter Peralatan dan Mesin untuk Industri Pangan

    Prinsip ke-10 ini merupakan rangkuman dari prinsip-prinsip 1 sampai 9 yang sebelumnya telah dibahas.  Jika prinsip-prinsip tersebut diikuti dan dilakukan dengan baik, maka prinsip ke-10 ini akan dapat dipenuhi dengan baik.  ...

  • Nov 13, 2017

    Perubahan Komponen Flavor Selama Fermentasi Kakao

    Fermentasi biji kakao dimulai dengan pembelahan biji kakao yang sudah masak dan isinya dikumpulkan dalam bak kayu. Kemudian dilakukan fermentasi yang berjalan selama 5 hari untuk jenis Forastero dan 3 hari untuk jenis kakao Edel. Proses fermentasi dimulai dengan menutupi biji kakao selama 2 hari pertama supaya terjadi reaksi anearobik di mana pada akhirnya terjadi asam asetat. Selanjutnya asam asetat akan masuk ke dalam biji kakao dan terjadi reaksi aerobik sampai selesai fermentasi. ...