Keunggulan Penerapan Proses Aseptis dalam Produk Pangan


Produk dengan proses aseptis terus tumbuh setiap tahun. Berdasarkan data Zenith, volume produk aseptis dunia tumbuh 4% pada 2011 di mana China menyumbang pertumbuhan terbesar yaitu 8% dan diikuti Asia Tenggara sebesar 7%. Selain itu, diketahui bahwa 42% dari produk aseptis merupakan produk susu. Proses aseptis juga telah dikembangkan untuk produk sup, saus dan produk pangan untuk bayi. 

Beberapa hal yang ditawarkan dalam penerapan sistem aseptis ukuran kemasan yang bisa diubah sesuai kebutuhan produk, peningkatan pindah panas dan pengurangan waktu proses. ìSelain itu, proses aseptis secara umum juga memberikan kualitas yang lebih baik. Hal ini karena proses pindah panas yang cepat sehingga waktu proses menjadi singkat akan meminimalisasi kerusakan atribut mutu produk, misalnya komposisi gizi produk,î tutur Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Dr. Eko Hari Purnomo dalam In-Depth Seminar FOODREVIEW INDONESIA: Pangan Steril Komersial, Regulasi dan Aplikasinya yang diselenggarakan di Bogor pada 17 Oktober 2017 lalu. Selain itu, Ia menambahkan bahwa keuntungan aplikasi proses aseptis adalah penggunaan kemasan yang lebih murah karena tidak memerlukan kriteria kemasan yang harus kuat pada suhu tinggi seperti halnya proses sterilisasi dengan retort. 

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017

Artikel Lainnya

  • Nov 17, 2017

    Strategi Peningkatan Produktivitas Gula Dalam Negeri

    Salah satu permasalahan dalam industri gula dalam negeri adalah tingginya konsumsi energi serta mesin dan peralatan yang kurang memadai. General Manager Integrated Casetech Consultant Pvt. Ltd., Ramit Gupta menambahkan bahwa industri gula Indonesia saat ini menghasilkan kualitas gula yang kurang bagus. ...

  • Nov 16, 2017

    Tingkat Konsumsi Daging Ayam di Indonesia

    Produk daging ayam merupakan sumber protein hewani yang relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani lainnya. Hal ini menjadi salah satu faktor tingginya partisipasi konsumen terhadap produk ini.  ...

  • Nov 15, 2017

    Program Manajemen Risiko untuk Produk Pangan Steril Komersial

    Industri pangan steril komersial diwajibkan menerapkan PMR karena jenis pangan tersebut merupakan kelompok pangan yang dengan risiko tinggi mengalami cemaran, terutama mikrobia.  ...

  • Nov 14, 2017

    Prinsip ke-10 Desain Saniter Peralatan dan Mesin untuk Industri Pangan

    Prinsip ke-10 ini merupakan rangkuman dari prinsip-prinsip 1 sampai 9 yang sebelumnya telah dibahas.  Jika prinsip-prinsip tersebut diikuti dan dilakukan dengan baik, maka prinsip ke-10 ini akan dapat dipenuhi dengan baik.  ...

  • Nov 13, 2017

    Perubahan Komponen Flavor Selama Fermentasi Kakao

    Fermentasi biji kakao dimulai dengan pembelahan biji kakao yang sudah masak dan isinya dikumpulkan dalam bak kayu. Kemudian dilakukan fermentasi yang berjalan selama 5 hari untuk jenis Forastero dan 3 hari untuk jenis kakao Edel. Proses fermentasi dimulai dengan menutupi biji kakao selama 2 hari pertama supaya terjadi reaksi anearobik di mana pada akhirnya terjadi asam asetat. Selanjutnya asam asetat akan masuk ke dalam biji kakao dan terjadi reaksi aerobik sampai selesai fermentasi. ...