Fungsi Penambahan Garam dalam Pembentukan Sifat Produk Pangan

 

Secara sensoris, garam dapat meningkatkan kekuatan flavoring agent karena adanya interaksi dengan asam-amino, flavoring agent, dan MSG, mengurangi rasa pahit yang terjadi pada interaksi komponen, serta meningkatkan penerimaan produk pada chips, crackers, dan biscuit. 

 

Selain itu, garam memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai pembentuk gluten pada pembuatan roti dan cookies; meningkatkan daya ikat air pada pembuatan sosis, bakso, dan nugget; mengatur aktivitas enzim pada pembuatan hard dan soft cheese; pembentukan komponen volatil dan flavor pada pembuatan kecap; serta mencegah cook-out dari daging pada pengalengan sarden,î jelas Ketua Komite Regulasi Teknis Pangan GAPMMI, Lena Prawira dalam In-Depth Seminar Isu Gula Garam Lemak dan Penyakit Tidak Menular beberapa waktu lalu di Bogor.

Ia menambahkan bahwa pada kondisi tertentu penambahan garam juga berfungsi mengawetkan produk pangan karena kadar garam yang tinggi menghasilkan tekanan osmotik yang tinggi dan aktivitas air rendah. Kondisi ekstrim ini menyebabkan kebanyakan mikroorganisme tidak dapat hidup. Pengolahan dengan garam biasanya merupakan kombinasi dengan pengolahan yang lain, seperti fermentasi dan enzimatis. 

Selanjutnya dapat dibaca di Foodreview Indonesia edisi Oktober 2017

Artikel Lainnya

  • Nov 17, 2017

    Strategi Peningkatan Produktivitas Gula Dalam Negeri

    Salah satu permasalahan dalam industri gula dalam negeri adalah tingginya konsumsi energi serta mesin dan peralatan yang kurang memadai. General Manager Integrated Casetech Consultant Pvt. Ltd., Ramit Gupta menambahkan bahwa industri gula Indonesia saat ini menghasilkan kualitas gula yang kurang bagus. ...

  • Nov 16, 2017

    Tingkat Konsumsi Daging Ayam di Indonesia

    Produk daging ayam merupakan sumber protein hewani yang relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani lainnya. Hal ini menjadi salah satu faktor tingginya partisipasi konsumen terhadap produk ini.  ...

  • Nov 15, 2017

    Program Manajemen Risiko untuk Produk Pangan Steril Komersial

    Industri pangan steril komersial diwajibkan menerapkan PMR karena jenis pangan tersebut merupakan kelompok pangan yang dengan risiko tinggi mengalami cemaran, terutama mikrobia.  ...

  • Nov 14, 2017

    Prinsip ke-10 Desain Saniter Peralatan dan Mesin untuk Industri Pangan

    Prinsip ke-10 ini merupakan rangkuman dari prinsip-prinsip 1 sampai 9 yang sebelumnya telah dibahas.  Jika prinsip-prinsip tersebut diikuti dan dilakukan dengan baik, maka prinsip ke-10 ini akan dapat dipenuhi dengan baik.  ...

  • Nov 13, 2017

    Perubahan Komponen Flavor Selama Fermentasi Kakao

    Fermentasi biji kakao dimulai dengan pembelahan biji kakao yang sudah masak dan isinya dikumpulkan dalam bak kayu. Kemudian dilakukan fermentasi yang berjalan selama 5 hari untuk jenis Forastero dan 3 hari untuk jenis kakao Edel. Proses fermentasi dimulai dengan menutupi biji kakao selama 2 hari pertama supaya terjadi reaksi anearobik di mana pada akhirnya terjadi asam asetat. Selanjutnya asam asetat akan masuk ke dalam biji kakao dan terjadi reaksi aerobik sampai selesai fermentasi. ...