Penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surga di Industri Pangan


Penggunaan energi baru dan terbaharukan merupakan cara konservasi energi yang bisa dilakukan selain dengan penghematan energi. Penggunaan energi alternatif tersebut sekarang mulai banyak dilakukan oleh industri, termasuk industri pangan. Diketahui bahwa proses produksi dan pabrikasi suatu industri sangat bergantung pada ketersediaan energi. Penghematan energi didukung dengan target yang dicanangkan  pemerintah melalui program satu juga pembangkit listrik tenaga surya atap.

“Pembangunan instalasi pembangkit listrik tenaga surya atap menjadi salah satu komitmen industri dalam mengurangi emisi karbon dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” tutur External Relation PT Indesso Aroma Indonesia, Feri Agustian Soleh dalam Acara Pertemuan Para Pemangku Kepentingan Lokal (Local Stakeholder Consultation) yang diselenggarakan di PT Indesso Aroma, Cileungsi pada 18 Oktober 2017. Dalam aplikasinya, tersedia program kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang yaitu Joint Crediting Mechanism (JCM) di mana terdapat subsidi yang diberikan Jepang melalui mekanisme yang ditetapkan pemerintah. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Nov 17, 2017

    Strategi Peningkatan Produktivitas Gula Dalam Negeri

    Salah satu permasalahan dalam industri gula dalam negeri adalah tingginya konsumsi energi serta mesin dan peralatan yang kurang memadai. General Manager Integrated Casetech Consultant Pvt. Ltd., Ramit Gupta menambahkan bahwa industri gula Indonesia saat ini menghasilkan kualitas gula yang kurang bagus. ...

  • Nov 16, 2017

    Tingkat Konsumsi Daging Ayam di Indonesia

    Produk daging ayam merupakan sumber protein hewani yang relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani lainnya. Hal ini menjadi salah satu faktor tingginya partisipasi konsumen terhadap produk ini.  ...

  • Nov 15, 2017

    Program Manajemen Risiko untuk Produk Pangan Steril Komersial

    Industri pangan steril komersial diwajibkan menerapkan PMR karena jenis pangan tersebut merupakan kelompok pangan yang dengan risiko tinggi mengalami cemaran, terutama mikrobia.  ...

  • Nov 14, 2017

    Prinsip ke-10 Desain Saniter Peralatan dan Mesin untuk Industri Pangan

    Prinsip ke-10 ini merupakan rangkuman dari prinsip-prinsip 1 sampai 9 yang sebelumnya telah dibahas.  Jika prinsip-prinsip tersebut diikuti dan dilakukan dengan baik, maka prinsip ke-10 ini akan dapat dipenuhi dengan baik.  ...

  • Nov 13, 2017

    Perubahan Komponen Flavor Selama Fermentasi Kakao

    Fermentasi biji kakao dimulai dengan pembelahan biji kakao yang sudah masak dan isinya dikumpulkan dalam bak kayu. Kemudian dilakukan fermentasi yang berjalan selama 5 hari untuk jenis Forastero dan 3 hari untuk jenis kakao Edel. Proses fermentasi dimulai dengan menutupi biji kakao selama 2 hari pertama supaya terjadi reaksi anearobik di mana pada akhirnya terjadi asam asetat. Selanjutnya asam asetat akan masuk ke dalam biji kakao dan terjadi reaksi aerobik sampai selesai fermentasi. ...