Prinsip Ke-9 Desain Saniter untuk Mesin dan Peralatan di Industri Pangan

 

Prinsip ke-9 menyatakan bahwa desain, perencanaan dan pemilihan mesin dan peralatan di industri pangan bukan merupakan kegiatan yang berdiri sendiri.  Melainkan, secara sanitasi sejak awal harus mempertimbangkan aspek kompatibilitas dengan mesin/peralatan dan sistem yang lainnya; misalnya dengan sistem kelistrikan, hidrolik, uap, udara, dan air. 

 

Seperti diketahui, berbagai mesin/peralatan memerlukan sistem tambahan, misalnya memerlukan sistem exhaust, drainase, atau sistem pembersih otomatis untuk dapat berfungsi dengan baik.  Oleh karena itu, sistem tambahan sejak awal harus dirancang supaya integrasi berbagai sistem tersebut tidak menyebabkan munculnya risiko sanitasi, misalnya menyebabkan penumpukan kotoran atau kondisi operasi yang kurang saniter lainnya.  Dalam hal ini, pertimbangan teknis dan detail perlu diberikan kepada rancangan saluran pembuangan (exhaust duct), kemampuan atau kapasitas saluran drainase untuk membuang efluen secara efektif (secara khusus saluran drainase untuk bejana atau tangki tertentu), termasuk pula efektivitas sistem pembersihan di tempat (CIP, Cleaing in place) ketika disambungkan dengan mesin/peralatan tertentu. 

Selanjutnya dapat dibaca di Foodreview Indonesia edisi Oktober 2017

Artikel Lainnya

  • Nov 17, 2017

    Strategi Peningkatan Produktivitas Gula Dalam Negeri

    Salah satu permasalahan dalam industri gula dalam negeri adalah tingginya konsumsi energi serta mesin dan peralatan yang kurang memadai. General Manager Integrated Casetech Consultant Pvt. Ltd., Ramit Gupta menambahkan bahwa industri gula Indonesia saat ini menghasilkan kualitas gula yang kurang bagus. ...

  • Nov 16, 2017

    Tingkat Konsumsi Daging Ayam di Indonesia

    Produk daging ayam merupakan sumber protein hewani yang relatif lebih murah dibanding sumber protein hewani lainnya. Hal ini menjadi salah satu faktor tingginya partisipasi konsumen terhadap produk ini.  ...

  • Nov 15, 2017

    Program Manajemen Risiko untuk Produk Pangan Steril Komersial

    Industri pangan steril komersial diwajibkan menerapkan PMR karena jenis pangan tersebut merupakan kelompok pangan yang dengan risiko tinggi mengalami cemaran, terutama mikrobia.  ...

  • Nov 14, 2017

    Prinsip ke-10 Desain Saniter Peralatan dan Mesin untuk Industri Pangan

    Prinsip ke-10 ini merupakan rangkuman dari prinsip-prinsip 1 sampai 9 yang sebelumnya telah dibahas.  Jika prinsip-prinsip tersebut diikuti dan dilakukan dengan baik, maka prinsip ke-10 ini akan dapat dipenuhi dengan baik.  ...

  • Nov 13, 2017

    Perubahan Komponen Flavor Selama Fermentasi Kakao

    Fermentasi biji kakao dimulai dengan pembelahan biji kakao yang sudah masak dan isinya dikumpulkan dalam bak kayu. Kemudian dilakukan fermentasi yang berjalan selama 5 hari untuk jenis Forastero dan 3 hari untuk jenis kakao Edel. Proses fermentasi dimulai dengan menutupi biji kakao selama 2 hari pertama supaya terjadi reaksi anearobik di mana pada akhirnya terjadi asam asetat. Selanjutnya asam asetat akan masuk ke dalam biji kakao dan terjadi reaksi aerobik sampai selesai fermentasi. ...